Hikmah 10: Hidupkan Amal Dengan Ruh Keikhlasan

الأعمالُ صُوَرٌ قائمةٌ وأرواحُها وجودُ سِرِّ الإخلاص فِيهَا

Amal perbuatan adalah wujud independen sedangkan ruhnya adalah adanya keikhlasan di dalamnya. Baca pos ini lebih lanjut

Hikmah 9: Perbedaan Motivasi Hati

تَنوَّعتْ أجناسُ الأعمالِ لتنوُّعِ وارداتِ الأحوالِ

Beragamnya jenis amal ibadah karena beragamnya motivasi hati.

Baca pos ini lebih lanjut

Hikmah 8: Anugerah Jalan Makrifat.

إذا فتحَ لكَ وِجْهةً من التَّعرُّفِ فلا تبالِ معها أن قلَّ عملُكَ فإنه ما فَتَحَها لك إلا وهو يريد أن يتعرَّفَ إليكَ . ألم تعلم أن التَّعَرُّفَ هو مُورِدُهُ عليك والأعمال أنت مهديها إليه وأين ما تُهديه إليه مما هو مُورِدُهُ عليكَ

Jika Allah telah membukakanmu suatu orientasi makrifat, maka jangan lagi risaukan amal ibadahmu yang masih sedikit. Sesungguhnya Allah takkan membukakan jalan itu untukmu kecuali karena Allah sendiri hendak mengenalkan diri padamu. Tidakkah kau sadar bahwa makrifat itu Allah sendiri yang menyuguhkannya kepadamu sedangkan amal ibadah adalah suguhanmu kepada Allah? Di manakah posisi suguhanmu sendiri kepada Allah bila dibanding dengan suguhan Allah kepadamu? Baca pos ini lebih lanjut

Hikmah 7: Pantang meragukan janji Allah

لا يشككنك في الوعد عدم وقوعِ الموعود وإن تَعَيَّن زمنُه لئلا يكونَ ذلك قَدْحاً في بصيرتِكَ وإخماداً لنور سريرتك

Jangan sekali-kali kau meragukan janji Allah yang ternyata tidak terjadi, walau di waktu yang telah ditentukan sekalipun, agar hal itu tidak mencederai mata hatimu dan memadamkan cahayanya. Baca pos ini lebih lanjut

Hikmah 6: Pantang putus asa dari pemberian Allah

لا يكُنْ تَأخُّرُ أَمَد العَطاء مَعَ الإلْحاح في الدّعَاءِ موجبَاً ليأسِك فهو ضَمِنَ لَكَ الإجابَةَ فيما يختارُهُ لكَ لا فيما تختاره لنَفْسكَ وفي الوقْتِ الذي يريدُ لا في الوقْت الذي تُريدُ

Janganlah keterlambatan datangnya anugerah Allah yang telah dibarengi dengan doamu yang sungguh-sungguh dan berulang kali  itu menyebabkanmu putus asa. Dia menjamin terkabulnya doamu dalam hal yang dipilih-Nya untukmu, bukan dalam hal yang kau pilih sendiri dan pada waktu yang diinginkan-Nya, bukan pada waktu yang kau inginkan. Baca pos ini lebih lanjut

Hikmah 5: Terhapusnya mata hati karena prioritas duniawi

اجتهادُكَ فيما ضَمِنَ لكَ وتقصيرُكَ فيما طَلَبَ منكَ دليلٌ على انْطماسِ البصيرةِ منْكَ

Usaha kerasmu dalam hal yang sudah dijamin untukmu dan kelalaianmu dalam hal yang dituntut darimu adalah pertanda terhapusnya mata hatimu. Baca pos ini lebih lanjut

Hikmah 4: Mencemaskan masa depan

أرِحْ نَفْسَكَ مِنَ التَّدْبِيرِ فما قامَ بهِ غيرُكَ عنْكَ لا تَقُم بهِ لنفسِكَ

Istirahatkan dirimu dari mencemaskan masa depan. Apa yang sudah ditanggung pihak lain (Allah) untukmu, kau tidak perlu ikut menanggungnya.

Baca pos ini lebih lanjut

Hikmah 3: Kekuatan semangat vs. takdir Allah

سَوابِقُ الهِمَمِ لا تَخْرِقُ أَسْوارَ الأَقْدَارِ 

Kekuatan semangat yang luar biasa tidak bisa menembus pagar takdir.
Baca pos ini lebih lanjut

Hikmah 2: Tajrid dan Kehendah Allah

إرادتُكَ التجريدَ مع إقامةِ الله إِيَّاكَ في الأسباب من الشَّهوة الخفيةِ وإرادتُكَ الأسبابَ مع إقامةِ الله إِيَّاكَ في التجريد انحطاطٌ عن الهِمَّةِ العَلَيَّةِ
Keinginanmu untuk meninggalkan pekerjaan-pekerjaan duniawi di saat Allah menempatkanmu sebagai para pekerja adalah termasuk syahwat (hawa nafsu) yang samar. Sedangkan keinginanmu untuk sibuk dalam pekerjaan duniawi di saat Allah menempatkanmu di tingkatan orang yang meninggalkan pekerjaan duniawi adalah pemerosotan dari semangat yang luhur.
Baca pos ini lebih lanjut

Hikmah 1: Amal Bukan Patokan.

من علامة الاعتمادِ على العَمَلِ نُقْصانُ الرَّجاءِ عند وجودِ الزَّللِ
Termasuk tanda-tanda berpatokan pada amal (ibadah pribadi) adalah berkurangnya harapan (rahmat dari Allah) ketika terjadi kesalahan.
Baca pos ini lebih lanjut