Merasa diri selalu benar

Pernahkah anda merasa salah? Sudah cermatkah anda menilai tindakan anda? Apa patokan anda untuk menilai benar dan salah, apakah akal anda, apakah ajaran agama, ataukah tradisi lingkungan anda? Tahukah anda bahwa setiap tindakan, termasuk yang sangat jahat sekalipun, selalu punya alasan-alasan untuk dianggap benar? Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Mana yang lebih mulia, Anda atau Nyamuk yang menggigit Anda?

Pernahkah Anda yang terhormat dibandingkan dengan seekor nyamuk sebelumnya? Maafkan bila tulisan saya ini terasa kurang sopan bagi Anda, tapi ini penting untuk menguji kadar ego yang Anda miliki. Pernahkah Anda berpikir tentang nyamuk yang Anda bunuh? Hak apa yang Anda pakai untuk mencabut nyawanya begitu mudah?

Baca pos ini lebih lanjut

Bagaimakah Cara Memandang Perbedaan Yang Baik?

Perbedaan kerap kali menjadi penyebab terjadinya konflik. Kekurangan sebagian pihak sering dijadikan alasan untuk merendahkan dan mencemoohnya, padahal tak ada satupun hal di dunia ini yang tidak mempunyai kekurangan. Akhirnya, konflikpun terjadi. Lalu bagaimanakah seharusnya sikap kita dalam memandang perbedaan? Baca pos ini lebih lanjut

Lihatlah lebih mendalam, lebih seksama dan lebih jauh!

Memandang segala sesuatu sebagai hal biasa adalah kecerobohan yang sangat fatal. Segala sesuatu di dunia ini diciptakan dengan berbagai kehebatan, hanya saja kebanyakan orang telah dibutakan oleh keakraban. Kalau saja kita mau melihat lebih seksama, kita takkan pernah berhenti takjub. Baca pos ini lebih lanjut

Benarkah kita sudah belajar dan mengajarkan al-Qur’an?

Ketika seorang anak di jaman ini ditanya apakah dia sudah belajar Al Qur’an? Kemungkinan besar dia akan menjawab “sudah”. Ketika seorang wali santri ditanya apakah anda sudah mengajarkan Al Qur’an kepada anak anda? Kemungkinan besar dia akan menjawab “sudah”. Begitu pula ketika seorang guru mengaji diberi pertanyaan apakah yang anda ajarkan? Kemungkinan besar dia akan menjawab: “Al Qur’an”. Jawaban seperti itu biasanya dianggap benar, meskipun sebenarnya yang dipelajari dan diajarkan hanyalah cara membaca Al Qur’an, bukan mempelajari Al Qur’an. Baca pos ini lebih lanjut

Al QUR’AN YANG HAMPA

Al Qur’an merupakan buku/kitab yang sangat istimewa. Al Qur’an adalah satu-satunya buku yang mempunyai cara baca yang khusus. Seseorang tidak dapat membaca Al Qur’an seenaknya atau dengan lagu yang seenaknya. Tak ada satupun buku yang lebih banyak dihafal manusia di luar kepala daripada Al Qur’an. Selama berabad-abad dan untuk selamanya, Al Qur’an menjadi satu-satunya buku yang tak dapat dibuat padanannya. Banyak yang mencoba membuat tandingannya, tetapi yang dihasilkan tak lain hanyalah buku yang bermutu rendah, baik dari segi keindahan bahasanya maupun keluasan maknanya. Baca pos ini lebih lanjut

Kematian; hal yang paling meyakinkan

Semua harus berjuang untuk hidup, tapi harus banyak belajar dari kematian. Mati adalah masa depan yang pasti terjadi tanpa minta persetujuan. Dia bisa datang ketika kita keluar rumah untuk suatu keperluan, atau pun ketika sedang bercanda ria bersama orang terkasih; Ketika sibuk dengan berbagai urusan atau ketika santai duduk, berbaring atau tidur. Apa rencana anda kedepan? ada banyak jawaban untuk pertanyaan seperti itu, tapi sudahkah kematian menjadi salah satu jawaban anda? Mari mempersiapkan diri dan berbekal. Baca pos ini lebih lanjut

Tips-tips mendapat ketenangan hati

Ada banyak hal yang dapat membuat hati menjadi gelisah. Untuk mengatasinya biasanya orang-orang menganalisis penyebab kegelisahan itu dan berusaha mencari solusinya secara rasional. Misalnya, yang gelisah sebab kesulitan ekonomi akan berusaha mendapat pekerjaan yang lebih layak, yang  gelisah sebab penyakit akan mencari pengobatan, yang gelisah sebab dihina orang akan mencari pembelaan dan seterusnya. Semua langkah tersebut benar, tetapi ada penyebab yang lebih mendasar dari semua analisis itu, yaitu faktor kejernihan dan kemuliaan hati (seperti yang sudah dibahas dalam posting sebelumnya). Faktanya, berbagai faktor yang tidak mengenakkan tidak membuat semua orang merasa gundah, sebagian dari mereka bisa tetap tenang dan tersenyum bahagia meski didera berbagai derita. Begitu juga sebaliknya, berbagai faktor yang menyenangkan di dunia tidak membuat semua orang merasa tenang dan bahagia, banyak dari mereka yang tetap merasakan kegelisahan dan kehampaan meski dikelilingi kejayaan. Baca pos ini lebih lanjut

Ketenangan itu datangnya hanya dari Allah

Ketenangan hati adalah puncak tujuan hidup di dunia ini. Untuk mencapai ketenangan, orang-orang melakukan berbagai cara seperti: kerja keras mencari keuntungan duniawi, membuat tempat tinggal mewah, membeli perabot dan kendaraan mahal, ikut berbagai asuransi, sibuk membuat image positif, mengejar popularitas, sibuk membela diri dari berbagai kritikan pedas, sibuk mencari cara untuk melindungi segala yang dipunya, sibuk menghindari kematian karena penyakit, sibuk memcari relasi dan membentuk jaringan dan lain-lain. Pertanyaannya, betulkah hal-hal itu yang mempengaruhi tenang atau tidaknya hati kita? Apakah ketika kekayaan, kejayaan, popularitas, image baik, keamanan, kesehatan dan sebagainya telah diperoleh lantas pasti hati menjadi tenang? Apakah ketenangan dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri atau hanya dari faktor luar, seperti kondisi dan lingkungan?

Baca pos ini lebih lanjut