Tips Memprediksi Ketetapan Idul Fitri Pemerintah Dengan Tepat


Beberapa waktu lalu banyak orang yang kecewa dan sebel gara-gara Idul Fitri yang dikiranya jatuh pada hari selasa tanggal 30 Agustus 2011 ternyata diundurkan satu hari menjadi rabu tanggal 31 Agustus 2011. Maju atau mundur satu hari tentu sudah cukup membuat pusing karena banyak hal yang persiapannya jadi kacau. Tiket kapal/pesawat/kereta api, hari libur kerja, acara reuni, takbir keliling, berbagai masakan yang disiapkan dan lain-lain bisa keliru gara-gara salah memprediksi jatuhnya Idul Fitri. Berikut ini SitusWahab akan memberikan tips mudah untuk memprediksi keputusan pemerintah agar semua dapat dipersiapkan dengan tepat.

Tulisan ini memang sangat telat karena harusnya dibuat sebelum lebaran, tapi berbagai kesibukan membuat saya tidak sempat menulis apa pun di SitusWahab ini dalam sebulan terakhir.😦 baru saya sadar pentingnya menulis tema ini ketika membaca beberapa celotehan teman-teman di FB yang kelihatan sebel gara-gara persiapan hari rayanya kacau. Tapi, meski telat untuk tahun ini tapi tentu masih berguna di tahun mendatang, lebih-lebih di tahun 2012 dan 2013 nanti ada kemungkinan kejadian yang sama terulang.

Penetapan pemerintah tentang Hari Raya Idul Fitri berdasarkan teori imkanur-rukyah. Yang dimaksud imkanur-rukyah adalah batas minimal dapat terlihatnya hilal dengan pengamatan manual. Pemerintah Indonesia memakai batas 20 (dua derajat) sebagai batas imkanur-rukyah. Ini berarti jika ketinggian hilal (bulan baru) masih di bawah 20 (dua derajat), maka berarti hilal masih mustahil di lihat karena saking tipisnya sedangkan langit masih terlalu terang akibat sinar matahari. Bila tinggi hilal sudah melebihi 20, maka secara teoritis kemungkinannya hilal sudah bisa dilihat atau teramati oleh mata karena posisi hilal sudah agak jauh dari matahari terbenam sehingga hilal tidak terlalu tersamarkan oleh sinar matahari dan bentuknya sudah agak tebal.

Batas 20 (dua derajat) ini sebenarnya sudah sangat minim dan katanya sih tergolong paling sakti di dunia karena pada posisi ini, faktanya masih sangat sulit untuk mengamati hilal. Karena itu, negara-negara lain banyak yang memakai standar minimal yang lebih tinggi, mulai 3 derajat ke atas. Tak heran bila kemudian ada yang bersumpah melihat hilal sewaktu tinggi hilal kurang dari 2 derajat, maka sumpahnya tertolak dan yang bersumpah hanya akan jadi bahan tertawaan saja seperti yang terjadi pada sidang itsbat tahun 2011 kemarin.

Dengan demikian, untuk melakukan prediksi kapan tepatnya Idul Fitri 2012, 2013, 2014 dan seterusnya, anda harus lebih dahulu tahu data ketinggian hilal sewaktu tanggal 29 Ramadhan. Caranya tanya mbah google saja, biasanya sejak awal ramadhan sudah ada lembaga-lembaga atau Ormas yang menerbitkan data perhitungan/hisab hilalnya, seperti Lajnah Falakiyah Muhammadiyah, NU, al-Irsyad, Masjid Salman ITB dan lain-lain serta tak ketinggalan juga perhitungan badan pemerintah semisal BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika). Khusus yang terakhir, biasanya pengumuman perhitungannya agak telat hingga mendekati hari H, tapi akurasinya tinggi dan juga komplit mencakup seluruh bagian wilayah Indonesia. Sebagai tambahan, jangan sekali-kali berpedoman pada hasil perhitungan hisab klasik di kitab-kitab hisab yang sudah berumur sekian abad yang dipakai di pesantren-pesantren salaf itu!. Teori yang dipakai hampir seluruhnya sudah out of date alias kadaluwarsa!.

Jangan sekali-kali melakukan kesalahan klasik dengan melihat tanggal merah di kalender untuk menetapkan jatuhnya hari raya Idul fitri atau Idul Adha! Penetapan hari raya Islam harus berdasar ketetapan pemerintah, bukan kalender. Kesalahan inilah yang menyebabkan tahun ini banyak yang kecele ketika mempersiapkan hari raya tahun 2011 kemarin.

Jadi, gampangnya begini:

  1. Jika hilal masih dibawah 20 (dua derajat), maka mustahil pemerintah memutuskan hari raya jatuh pada hari ketiga puluh ramadhan yang berarti puasanya hanya 29 hari, tapi pasti mundur hingga puasanya genap 30 hari, meskipun Muhammadiyah sudah memutuskan lebaran dan meskipun sudah tanggal merah di kalender. Hal ini berdasarkan instruksi Nabi Muhammad sendiri seperti yang insya Allah akan dibahas pada posting lain di SitusWahab ini.
  2. Jika hilal sudah di atas 20 (dua derajat), maka hilal sudah memungkinkan untuk teramati, tapi kenyataannya di lapangan belum tentu ada yang berhasil mengamati. Karena itu:
    • Jika ada satu saja yang bersumpah telah berhasil melihat hilal pada posisi ini berarti hari raya jatuh esok harinya (puasanya hanya 29 hari saja).  Dengan catatan bahwa keterangan saksi itu harus masuk akal. Jika misalnya keterangannya tidak masuk akal, seperti mengaku melihat hilal di sebelah utara matahari padahal seharusnya di sebelah selatan dan sebagainya, maka kesaksiannya pasti dan harus ditolak.
    • Jika tidak ada yang berhasil mengamati, kemungkinan besar puasanya digenapkan 30 hari, terutama bila ketinggiannya hanya lebih sedikit dari batas minimal 20 (dua derajat). Namun, jika ketinggian hilal sudah jauh di atas batas minimal itu, sangat kecil kemungkinan tidak ada saksi yang berhasil melihatnya di seluruh titik rukyat yang ada di Indonesia ini.

Dengan mengetahui ini, insya Allah anda akan lebih mudah mengatur jadwal lebaran anda dengan tepat. Semoga bermanfaat.

Karya Asli Abdul Wahab

Perihal Abdul Wahab
Lecturer, Writer and Chief of Aswaja Center Jember.

6 Responses to Tips Memprediksi Ketetapan Idul Fitri Pemerintah Dengan Tepat

  1. Ping-balik: Hilal Vs Rukyah « Zainal Abidin

  2. muhyiddin mengatakan:

    Bismillah , saya anggap dan yakin semua mempunyai kebenarannya ,karena didasari ilmu yang mereka punya , atau masing2 ada kesalahan karena manusia memang belum ada yang sempurna kecuali RosuluLLoh .AS.,maka mari banyak istigfar , kalau yang kurang niatkanlah bayar puasa / qodlo saat Syawal , bagi yang puasa saat 1 Syawal beristigfar ,Alloh maha pengampun dan Alloh lah yang menyempurnakan kekurangan ikhtiar kita ,semoga.

    • Abdul Wahab mengatakan:

      benar sekali mas Muhyiddin, mari perbanyak istighfar dan introspeksi karena tak mungkin kita tak punya salah.

      Soal qodlo bagi yang kurang atau taubat bagi yang puasa 1 Syawal itu hanya bagi orang yang yakin bahwa puasanya kurang atau yakin bahwa dia puasa 1 Syawal, bukan bagi orang yang memang sengaja puasa 29 hari atau 30 hari karena ijtihadnya sendiri atau karena mengikuti pendapat ahli/pakar yang ia yakini. Bagi yang melakukan hari raya karena ijtihad sah atau taklid yang benar itu, maka ibadahnya telah sempurna, meskipun menurut pendapat orang yang tak sepaham dianggap salah.

      Khusus bagi yang berijtihad sendiri dengan cara yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan, tersedia dua pahala bila benar dan satu pahala bila salah.

  3. Ping-balik: Wujudul Hilal Vs Imkanur Rukyah, mana yang paling tepat? « Situsnya Abdul Wahab

  4. cahya mengatakan:

    kata siapa dengan berpedoman dari kitab klasik tidak bisa menjadi pedoman akan wujudnya hilal ? ngaji sana dulu biar tau apa isinya kitab falak/hisab pesantren salaf.
    apalagi dijember banyak ulama /ahli falakhisabnya.

    • Abdul Wahab mengatakan:

      bandingkan sendiri sana hasilnya. belum pernah neliti ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s