Klasifikasi Dan Proses Berpikir Yang Benar


KLASIFIKASI

 Setiap orang mengetahui arti kata ini, yakni membagi-bagi sesuatu pada beberapa golongan atau perincian. Orang biasanya melakukan klasifikasi dalam hal-hal besar saja, hanya sedikit yang betul-betul memakainya sebagai proses berpikir untuk perkara apapun. Padahal, kemampuan ini sangat vital dimiliki tiap orang agar tidak terjebak dalam kesimpulan yang salah terutama bagi para pembuat keputusan, konsultan hukum dan para akademisi.Sumber Asli: situswahab.wordpress.comSebagai contoh, bagaimanakah komentar anda tentang argumen-argumen berikut:

  1. Perang adalah kejahatan terhadap kemanusiaan
  2. Bersedekah itu baik di manapun, kapanpun
  3. Kebebasan manusia harus diperjuangkan
  4. Narkotika harus dihindari
  5. Berbohong adalah kekeliruan
  6. Kepandaian adalah keutamaan
  7. Usia menandakan kematangan
  8. Serangan adalah permusuhan dan perlawanan
  9. Kekayaan membawa kebahagiaan
  10. Semangat kekeluargaan harus dimiliki tiap orang
  11. Ketidaknyamanan adalah kesusahan yang harus dihilangkan
  12. Manusia jaman dulu berbeda dari manusia modern

Bila anda dengan mudah menjawab semua pertanyaan di atas dengan jawaban “YA/BENAR”, maka anda punya masalah besar dengan kemampuan mengklasifikasi. Jawaban yang benar bagi semua pertanyaan tersebut adalah “BELUM TENTU”. Biasakanlah untuk memecah semua argumen tersebut dengan teliti sebelum menjawab.

 Mari kita bedah argumen-argumen di atas dengan pisau klasifikasi:

  1. Dari segi motifnya ada berbagai macam tujuan atau motif perang, ada yang baik, seperti mengusir penjajah, menegakkan amar ma’ruf, nahi mungkar dan sebagainya. Adapula tujuan yang buruk, seperti menjajah negeri orang, mengintimidasi, memperalat, meneguhkan dominasi atas orang lain dengan zalim. Dari segi cara, peperangan juga dapat dibagi menjadi baik dan buruk dengan melihat cara berperangnya; bila peperangan dilakukan sesuai etika perang seperti yang dituntun nabi, meliputi tidak menghancurkan lanskap, tidak membunuh wanita, anak-anak dan orang tua kecuali bila membahayakan, tidak mendobrak masuk ke rumah civilians yang dikunci kecuali bila sangat membahayakan dan sebagainya. Setelah mempertimbangkan hal-hal tersebut, tentunya jawabannya adalah diperinci. Bila dilakukan sesuai aturan, motifnya baik dan caranya baik, maka perang bukanlah kejahatan terhadap kemanusiaan, justru salah satu cara melindungi hak kemanusiaan yang ruang lingkupnya lebih besar .
  2. Untuk menilai kebaikan sedekah, anda harus memeriksa dari beberapa sudut sekaligus; niatnya, pelaksanaannya, orang yang diberi, apa yang diberikan, waktu memberi dan prioritas pemberian;
  • Dari segi niat, anda harus menilai keikhlasan sedekahnya.
  • Dari sudut pelaksanaan, anda harus menilai cara pemberian sedekahnya; sebagian orang memberikan sedekah dengan cara yang menyakitkan bagi penerimanya atau mengungkit-ungkit pemberiannya di kemudian hari.
  • Dari sudut orang yang diberi, anda harus melihat kadar kebutuhan orang yang mendapat sedekah tersebut. Tentu penilaian terhadap sedekah yang diberikan pada orang-orang berikut hasilnya akan berbeda, yaitu terhadap: orang yang sangat membutuhkan, tidak begitu membutuhkan, tidak membutuhkan sama sekali, orang yang malas bekerja karena lebih baik meminta-minta, pekerja keras yang sedang susah, orang baik-baik dan terhadap orang yang kecanduan narkoba dan hal-hal buruk lainnya.
  • Dari segi barang yang disedekahkan, anda harus memeriksa baik buruknya barang itu; apakah barang halal atau haram? Apakah didapatkan dengan cara halal atau haram? Sedekah yang dilakukan Robin Hood(dengan cara merampok dari orang kaya untuk orang miskin) tentu bukan hal yang baik dari sudut pandang hukum
  • Dari segi waktu pemberian, anda harus menilai kapankah sedekah itu diberikan, apakah dalam waktu yang tepat atau salah, seperti memberikan sedekah pada satu orang tertentu ketika banyak orang lain yang sama-sama membutuhkan melihat pemberian tersebut dan sebagainya.
  • Dari sudut prioritas, anda harus menilai dengan memakai skala prioritas. Bila sedekah dilakukan sewaktu kebutuhan wajib, seperti nafkah wajib keluarga, belum dicukupi, sewaktu ada orang yang lebih membutuhkan sedekah dan sebagainya, maka sedekah itu adalah buruk dan tidak tepat guna.

 Saya cukupkan sampai dua point saja penjelasan tentang klasifikasi ini agar tidak menghabiskan lebih banyak halaman. Untuk sepuluh argumen lain di atas yang belum diuraikan, maka saya harap anda meneruskannya sendiri dengan teknik yang telah saya paparkan. Usahakan jangan sampai satupun terlewatkan. Semakin banyak pertimbangannya, maka semakin akurat penilaiannya.

Bila anda mendapatkan kesulitan untuk mengklasifikasikannya, maka perbanyaklah membaca tentang topik itu, perkaya wawasan anda, bila belum berhasil, maka lakukan lagi hingga mampu menguraikan semuanya.

Dari ke 12 contoh argumen yang saya ajukan, tidak ada yang dapat dijawab dengan sederhana dengan kata “Ya” atau “Tidak”. Perlu banyak pertimbangan untuk sampai pada kesimpulan yang benar.

Sekedar tips tambahan, biasakanlah membisikkan frasa “belum tentu” dalam pikiran Anda ketika anda mendengarkan sebuah argumen. Secara ajaib, frasa ini dapat mengaktifkan daya kritik anda yang sedang tertidur pulas. Namun, cukup bisikkan dalam pikiran saja dan bangkitkan kesadaran logika Anda. Anda tidak perlu selalu mengatakan “belum tentu” dan lalu berdebat dengan tiap orang yang mengeluarkan argumennya agar Anda tidak menjadi orang yang membosankan dan bisa-bisa dicap sombong atau sok tahu.  Berdebat memang perlu, tapi dalam hal-hal penting saja. Untuk topik-topik kecil yang biasa dibahas sepintas lalu, maka jangan buang-buang waktu berharga Anda dengan berdebat dan gantilah perdebatan dengan dialog santai yang pastinya lebih menyenangkan.

Karya Asli Abdul Wahab

Perihal Abdul Wahab
Lecturer, Writer and Chief of Aswaja Center Jember.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s