Lihatlah lebih mendalam, lebih seksama dan lebih jauh!


Memandang segala sesuatu sebagai hal biasa adalah kecerobohan yang sangat fatal. Segala sesuatu di dunia ini diciptakan dengan berbagai kehebatan, hanya saja kebanyakan orang telah dibutakan oleh keakraban. Kalau saja kita mau melihat lebih seksama, kita takkan pernah berhenti takjub.

  • Lihatlah semut-semut kecil di bawah kakimu yang mampu mengangkat barang yang tiga kali lebih berat dari tubuhnya sendiri,
  • Lihatlah bagaimana sebagian manusia mempunyai kelebihan dalam satu hal dan lainnya mempunyai kekurangan dalam hal lain sehingga dapat saling melengkapi,
  • Lihatlah bagaimana mata manusia selalu berkedip untuk menjaga mata tetap basah dan terjaga dari kerusakan tanpa pernah disadarinya,
  • Lihatlah bagaimana kesengsaraan hidup dapat membuahkan kebijaksanaan,
  • Lihatlah bagaimana pertengkaran, perselisihan adalah sebuah pelajaran untuk saling berbenah,
  • Lihatlah bagaimana matahari terus bersinar tidak hanya untuk menerangi, tapi juga untuk menjaga kehidupan sel-sel makhluk hidup,
  • Lihatlah bagaimana bumi ini berputar untuk menjaga agar panas matahari menyebar dan merata hingga tidak merusak,
  • Lihatlah bagaimana gunung-gunung menjaga kestabilan bumi dan membentengi kita dari badai raksasa akibat perbedaan panas antara kutub dan katulistiwa,
  • Lihatlah bagaimana hujan foton (partikel-partikel cahaya) menghujani mata kita setiap saatnya sehingga kita dapat mengetahui keberadaan sesuatu yang jauh dari kita dengan melihat,
  • Lihatlah bagaimana segala sesuatu diciptakan berpasangan, pria-wanita, jantan-betina, neutron-elektron, surga-neraka dan sebagainya,
  • Lihatlah bagaimana seorang ilmuwan membutuhkan buku yang sangat tebal hanya untuk menjelaskan bagaimana manusia bisa melihat,
  • Lihatlah bagaimana tempe, tahu, sop, daging dan semua yang anda makan atau minum mempunyai peran sendiri dalam menjaga kesehatan anda,
  • Lihatlah bagaimana semua yang ada di sekitar anda terbentuk,
  • Lihatlah bagaimana semua hal ternyata berkaitan satu sama lain membentuk alur yang indah hingga terciptalah kisah kehidupan,
  • Lihatlah bahwa semua hal di dunia ini, bahkan  kerikil-kerikil di bawah kaki anda mempunyai perannya sendiri-sendiri.
  • Dan lihatlah hal lain-lain yang tak terhitung jumlahnya.

Bukankah semua itu bukan hal biasa atau sederhana? Menganggapnya hanya sebagai hal biasa berarti ketidak-tahuan akan oknum yang berada dibalik semua itu, oknum yang tidak pernah melakukan sesuatu yang percuma atau sia-sia, oknum yang Maha Mengetahui segala sesuatu, yaitu Allah.

Inilah rahasia besar di balik sikap para ulul albab yang diabadikan dalam firman Allah:

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ [آل عمران: 191]

Mereka yang mengingat Allah sewaktu berdiri, duduk, berbaring dan berpikir tentang penciptaan langit dan bumi. “Ya Allah, tidaklah Engkau menciptakan ini sia-sia. Maha Suci Engkau, maka jagalah kami dari api neraka”.

Tanpa sadar, banyak dari kita yang mengikuti kebutaan orang-orang kafir yang diabadikan dalam ayat berikut:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلًا [البقرة: 26]

Sesungguhnya Allah tidak malu untuk menjadikan yang serupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu sebagai perumpamaan. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir akan berkata: “Apakah maksud Allah menjadikan ini  sebagai perumpamaan?.”

So, sudahkah Anda melihat lebih jeli?

Karya Asli Abdul Wahab

Perihal Abdul Wahab
Lecturer, Writer and Chief of Aswaja Center Jember.

Komentar ditutup.