Ketenangan itu datangnya hanya dari Allah


Ketenangan hati adalah puncak tujuan hidup di dunia ini. Untuk mencapai ketenangan, orang-orang melakukan berbagai cara seperti: kerja keras mencari keuntungan duniawi, membuat tempat tinggal mewah, membeli perabot dan kendaraan mahal, ikut berbagai asuransi, sibuk membuat image positif, mengejar popularitas, sibuk membela diri dari berbagai kritikan pedas, sibuk mencari cara untuk melindungi segala yang dipunya, sibuk menghindari kematian karena penyakit, sibuk memcari relasi dan membentuk jaringan dan lain-lain. Pertanyaannya, betulkah hal-hal itu yang mempengaruhi tenang atau tidaknya hati kita? Apakah ketika kekayaan, kejayaan, popularitas, image baik, keamanan, kesehatan dan sebagainya telah diperoleh lantas pasti hati menjadi tenang? Apakah ketenangan dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri atau hanya dari faktor luar, seperti kondisi dan lingkungan?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, mari kita ingat firman Allah berikut:

 هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا [الفتح:4]

Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Ayat tersebut menegaskan bahwa yang memberikan ketenangan adalah Allah, bukan teman, saudara, harta benda atau lain-lain. Bila hati tidak tenang, berarti Allah sedang tidak memberikan ketenangan pada kita. Kita patut bertanya kenapa kita tidak diberi ketenangan itu, pastilah Allah mempunyai alasan dengan memberikan kita hukuman seperti itu. Jangan selalu salahkan orang lain karena ketidaktenangan Anda sendiri, tapi cobalah lihat lebih seksama akar masalahnya. Banyak orang yang hidup miskin serba kekurangan, yang selalu sakit-sakitan, yang keluarganya meninggal dan mengalami berbagai kesulitan hidup lainnya. Banyak pula orang yang dimusuhi, dibenci, dicerca, dihina, bahkan akan dibunuh sekalipun, tetapi faktanya, tidak semua orang dari mereka  kehilangan ketenangan. Mereka, para kekasih Allah tetap mendapat ketenangan dari Allah dalam kondisi apapun karena keimanan yang kuat dan kebersihan hatinya.

Allah sudah mengingatkan kita akan fakta ini dalam beberapa firman-Nya:

 إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ [التوبة: 40]

Jikalau kamu tidak menolong Nabi Muhammad, maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” kemudian Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

 لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا [الفتح:18]

Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, Maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (pada waktu perang Khaibar)

Ayat tersebut menceritakan tentang orang Islam yang dianiaya dan diperangi oleh kaum kafir. Namun meskipun kaum kafir itu kuat dan waktu itu jauh lebih banyak, tetapi Allah memberikan ketenangan pada umat Islam waktu itu. Bukan kekuatan fisik, harta benda, jumlah orang Islam atau lainnya yang membuat mereka tenang, tetapi Allah yang membuat mereka seperti itu karena keimanan mereka yang kuat.

Dalam kehidupan berkeluarga, ketenangan adalah hal yang diidam-idamkan setiap pasangan. Tetapi, tidak semua pasangan memperoleh ketenangan itu. Banyak dari mereka yang sering ribut dan kehilangan ketenangan karena berbagai hal, karena kondisi yang begini, sikap orang atau pasangan yang begini, kejadian yang begini dan seterusnya hingga banyak yang kemudian memutuskan untuk bercerai. Alangkah baiknya bila kita mengingat firman-Nya:

 وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ [الروم:21]

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Suami-istri diciptakan untuk saling merasa tenang terhadap pasangannya. Bila dalam rumah tangga tidak ada ketenangan yang diidamkan, jangan langsung menyalahkan faktor luar. Periksalah apa yang dikerjakan oleh pasangan suami istri itu, apakah sudah sama dengan yang Allah perintahkan atau tidak? Bila pasangan tersebut telah melakukan hak dan kewajibannya sesuai yang dititahkan Allah, tentunya Allah akan menurunkan ketenangan kepada mereka.

Banyak suami istri yang bila dilihat dari sudut pandang orang lain tidaklah serasi; satu kaya satu miskin, satu berparas indah satu buruk, satu gemuk satu kurus, satu pintar satu biasa, satu tinggi satu pendek, satu bangsawan satu rakyat biasa dan lain-lain atau pasangan tersebut dimusuhi dan dibenci oleh orang-orang berhati jahat atau pasangan yang hidup serba kekurangan. Tetapi pasangan yang bersangkutan belum tentu tidak bahagia, banyak di antara mereka berbahagia dan merasa tetap tenang di dekat pasangannya. Allah akan menenangkan mereka bila mereka berada di jalan Allah.

Kita seyogyanya ingat pesan Nabi Muhammad berikut:

عَجَباً لأمْرِ المُؤمنِ إنَّ أمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خيرٌ ولَيسَ ذلِكَ لأَحَدٍ إلاَّ للمُؤْمِن : إنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكانَ خَيراً لَهُ ، وإنْ أصَابَتْهُ ضرَاءُ صَبَرَ فَكانَ خَيْراً لَهُ

Sungguh menakjubkan perihal orang beriman itu; segala yang dia dapat menjadi lebih baik lagi. Yang demikian itu tidak terjadi kecuali pada orang beriman. Tatkala mendapat kebahagiaan, dia bersyukur, maka itu jadi lebih baik baginya. Tatkala tertimpa musibah, dia  bersabar, maka itu jadi lebih baik baginya. (Riwayat Muslim)

Lalu, masihkah Anda membiarkan ketidaktenangan meliputi Anda? Semoga Allah mengampuni dosa-dosa yang telah mengotori hati serta mengaburkan pandangan kita dan memberikan hidayah-Nya agar hati kita penuh dengan cahaya iman dan takwa. Amin.

Karya Asli Abdul Wahab

Terkait: Tips mendapat ketenangan

About these ads

Perihal Abdul Wahab
wong Jember. Lecturer, Writer and Chief of Aswaja Center Jember.

5 Responses to Ketenangan itu datangnya hanya dari Allah

  1. Ping-balik: Tips-tips mendapat ketenangan hati « Situsnya Abdul Wahab

  2. indahlukman mengatakan:

    ijin posting ,,,,,artikel nya bagus semoga bermanfaat bagi semua yg membaca,,,,,,,

    • Abdul Wahab mengatakan:

      silakan. amin. semoga bermanfaat bagi semua.

  3. Ummu sarah mengatakan:

    terima kasih tulisannya….moga bermanfaat….
    khususnya buat saya pribadi…..

  4. andi keong mengatakan:

    wahh…wahh..wahhh…bulan april ini sudah mulai ngeblog nih…
    boleh juga nih di copy artikelnya…biar lebih tersebar dan lebih bermanfaat..
    kalo boleh di balas ya…
    aku tunggu…karena aku tak berani tanpa seizin dari yang mpunya…

    salam..keong..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 818 pengikut lainnya.